Maka tanyakanlah kepada sebuah
keluarga kecil, yg hidup seadanya. Berminggu2, dua anak perempuan mereka, yg
berusia 9 dan 13 tahun, selalu bilang ingin mencicipi sepiring kentang goreng
dan sepotong ayam crispy di sebuah restoran fast food. Tiga bulan berlalu,
keinginan itu tercapai. Si sulung menangis saat menghabiskan makanannya, karena
dia tahu persis, orang tuanya yg hanya buruh kasar, menyisihkan begitu banyak
keperluan lain demi kemewahan sekejap itu. Sungguh dia amat berterimakasih.
Maka tanyakanlah kepada seorang
anak kecil, Agus namanya, kelas enam SD. Bertahun2 hanya punya sepasang sepatu
butut, jahitan ada di mana2 mencegah sepatu semakin robek. Kalau hujan, jalan
ke sekolah becek, Agus melepas sepatunya, rela kakinya kotor, sampai sekolah
kaki dicuci, baru dipakai sepatunya, biar sepatunya awet bertahun2 ke depan.
Agus tertawa lebar, nyengir saat akhirnya dibelikan sepatu baru. Aduhai, indah
sekali senyumnya. Sungguh dia amat berterimakasih.
Maka tanyakanlah kepada Nenek
Fatimah, usianya lebih 65 tahun. Tinggal sendirian di rumah kecil, hidup dari
pensiunan suaminya yg telah duluan meninggal. Anak2nya sibuk di lain kota,
hidup mereka juga tdk terlalu beruntung, jadi bagaimanalah hendak membantu Ibu
mereka. Lima tahun Nenek Fatimah hanya punya satu mukena, sudah kusam warnanya,
jarang dicuci, agar tidak jadi lebih cepat rusak. Disayang2, kadang Nenek
Fatimah merasa malu, menghadap Tuhan dengan pakaian seadanya. Sungguh, meski
sudah keriput, wajah tua itu terlihat begitu terharu saat akhirnya bisa membeli
mukena baru, disisihkan dari uang pensiunnya. Satu gumpal air mata mengalir di
ujung matanya, Nenek Fatimah mencium mukena barunya. Sungguh dia amat
berterimakasih.
Oleh: Yuni
Lestari
Ku
ucapkan terima kasih kepada Rabbku, pemilik nyawaku, atas segala limpahan rahmat
dan karunia yang diberikanNya untukku, kedua orang tuaku yang sangat ku cintai
selamanya, yang saat ini aku rindukan.
Tak ada yang menyangka bahwa aku
akan tumbuh disebuah desa kecil bernama Kepenuhan raya, tepatnya di Kecamatan
Kepenuhan, Kabupaten Rokan-hulu Riau, sebab orang tuaku bukanlah penduduk asli
Desa itu, ayah dan ibu berdarah Jawa (Jawa Barat), sama seperti pendatang yang lainnya
bertransmigrasi dan merantau untuk mencari peruntungan di Desa itu.
Aku tumbuh di Negeri Seribu Suluk,
dimana masyarakatnya yang Homogen atau mayoritas beragama Muslim, dari jenjang
Pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) sampai ketingkat Sekolah Menengah Atas (SMA),
aku disuguhi perlengkapan Sekolah berupa jilbab setiap hari, tepatnya aku sudah
mengenal jilbab dari masa Kanak-kanak, tapi saat itu jilbab masih kuanggap
aksesoris yang harus dipakai setiap hari ke Sekolah, ketika memakai jilbab aku
sering mengeluh panas dan gatal pada Ibuku, Ibuku yang minim akan ilmu Agama
hanya mampu memberikan penjelasan “ kalau tidak memakai jilbab nanti neng
dihukum sama Ibu Guru loh “, perkataan Ibu cukup membuatku takut untuk tidak
memakai jilbab ke Sekolah, sepulang Sekolah jilbab pun aku tanggalkan.
Waktu terus berjalan, hingga pada
akhirnya aku menapaki jenjang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP), tapi
pada sa’at itu aku masuk ke Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang tak jauh dari
rumahku, sedari hari pertama masuk ke MTs hingga hari-hari berikutnya, sepulang
dari sekolah aku semakin sering memakai jilbab, pergi ke Pasar, ke rumah teman,
kerumah tetangga, dll. Itupun dikarenakan malu dengan potongan rambut baruku, rambut
yang gagal dipotong Ibu itu membuat wajahku menyerupai laki-laki.
Meskipun niatku belum benar-benar
beristiqomah, tapi mungkin inilah salah satu cara Allah untuk memperkenalkan
jilbab kesetiap hariku, sejauh ini jilbab juga masih menjadi penutup rambutku
yang gagal dipotong, bukan benar-benar
menjadi penutup Aurat, kini hari-hariku disibukkan dengan memakai jilbab,
walaupun baju pas badan atau kaus bermanset dan celana jeans menjadi andalan.
Aku sudah berniat untuk melepas jilbab saat rambutku kembali panjang nanti.
Beberapa bulan kemudian rambutku sudah mulai terlihat panjang, hari itu
sepulang Sekolah akupun akan berkunjung kerumah sahabatku dengan rambut panjang
tergerai.
Tiba
dihadapan cermin, kucoba menata rambut sedemikian rupa, tapi tak pernah ada
rasa puas dan percaya diri, akhirnya kuputuskan untuk mengenakan jilbab usangku
lagi, tiba-tiba ada senyuman didepan cermin, aku merasa manis dan sangat manis.
Sejak saat itu niatku memakai jilbab adalah untuk mempermanis penampilan, masih
bukan untuk menutup Aurat, karena penampilanku terbilang sangat jauh dari Syar’i,
berbagai gaya jilbab pun menjadi buruan saat berbelanja, hobi baru mengoleksi
jilbab Style yang sama sekali masih jauh
dari syarat dan ketentuan berhijab, aku belum mengenal hijab pada waktu itu,
bahkan mendengar orang mengatakannya saja tak pernah.
Masih dalam niat berjilbab untuk
mempermanis penampilan, aku terbilang hanyut dimasa-masa Pubertas, masa itu ku
isi hanya untuk bergaya, berpenampilan menarik dan berkenalan dengan lawan
jenis, saling bertukar nomor Handphone dan masih banyak lagi, kondisi ini
terus-menerus bertahan sampai aku memasuki jenjang Pendidikan Sekolah Menengah
Atas (SMA) yang pada waktu itu orang tua mendaftarkan ku ke Madrasah Aliyah
(MA).
Ada sedikit demi sedikit perubahan
pada diriku ketika bersekolah di MA, dimana aku mulai tertarik mengenakan rok
ketimbang celana jeans, itu disebabkan kakak-kakak kelas yang mengenakan rok terlihat
lebih manis dan anggun, hobiku pun sekarang adalah mengoleksi rok.
Akupun
mulai aktif diberbagai Organisasi, mengikuti Ekstrakurikuler sekolah disore
hari, malam-malam tertentu mengikuti IRMAS (Ikatan Remaja Masjid) di
masjid-masjid sekitar rumah, dan sering mengikuti Training Motivasi,
penampilanku pun sudah agak membaik, perpaduan kaus pas badan dengan rok dan
jilbab tipis yang sudah mulai sedikit menutupi dada, tapi pergaulanku dengan
lawan jenis masih belum ada perubahan.
Maraknya
situs jejaring sosial Facebook menghipnotisku dan teman-teman untuk terus
mengikuti perkembangan zaman, hari-hari ku tak pernah lepas dari akun Facebook,
mulai dari mengupload status, mengupload foto-foto berjilbab dengan berbagai
pose, mengAdd dan mengkonfrim pertemanan. Hal yang paling kusuka di Facebook
adalah, ketika mengupload foto maka muncul “like” dan komen mereka tentang
fotoku, tapi Allah tak membiarkan hambanya begitu saja, di Facebook aku dipertemukan
dengan orang-orang yang Alim akan ilmu Agama, mereka terus menasehatiku tentang
akibat foto yang di upload ke dunia maya, mereka sering Share atau men tag
foto-foto yang bermanfaat disertai dengan catatan atau kisah-kisah penuh Inspiratif
dari Funpage-funpage yang ada difacebook, mereka juga sering memberikan masukan
tentang penampilan jilbabku, mereka menginginkan aku untuk berhijab, sedikit
tersentak mendengar kata-kata hijab, karena jujur aku tak pernah tau dan paham
apa itu hijab.
Dengan
sabar dan penuh kasih sayang mereka memaparkan satu-persatu, mereka memberikan
jawaban apa itu hijab ??, bagaimana cara berhijab ??, serta syarat dan
ketentuan berhijab, subhanallah...
Aku
bersyukur padamu yaa Rabb... yang telah menghadirkan mereka, yang telah mengisi
kegalauan hati meskipun hanya lewat dunia maya. Sampai ada diantara mereka yang
mengirimkan paket untukku, yang isi paketnya adalah 2 helai jilbab panjang dan
lebar, serta 1 buku kecil kesayangannya yang berjudul “Easy Going, No Way !
Bikin hidupmu lebih terencana” karya Izzatul Jannah, ia bilang buku itu adalah
untuk menopang semangat belajarku saat menghadapi Ujian Nasional nanti,
Subhanallah Walhamdulillah...., mereka benar-benar mencintai karena Allah,
meskipun tak pernah bertatap muka secara langsung dengan ku, sebegitu
percayanyakah mereka padaku ??, lalu kapan aku akan percaya terhadap apa yang
mereka katakan ??.
oleh : Afdhal
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti yang dialami orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang dengan berbagai cobaan, sehingga Rasul dan orang-orang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti yang dialami orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang dengan berbagai cobaan, sehingga Rasul dan orang-orang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat
QS
Al Baqarah 2: 214
Sering kali kita mengeluh terhadap
kerja-kerja dakwah yang dipikul karena menganggap bahwa apa yang dialami hari
ini merupakan sesuatu paling berat dalam hidup, sehingga tidak sedikit seorang
kader dakwah lemah menghadapi kondisi ini. Padahal Allah tidak akan menguji
seorang hamba diluar batas kemampuannya. Jika kita membaca dan merenungi sejarah
para sahabat dalam menyebarkan dakwah dimuka bumi ini, bisa dibayangkan
bagaimana pengorbanannya, mereka mendapat cobaan berat, penderitaan, kelaparan,
kesengsaraan dalam menjalaninya. Ini bisa menjadi cerminan bagi kader dakwah
bahwa apa yang dialami hari ini merupakan pengulangan masalah lama yang akan
terus ada bagi orang-orang yang mengambil jalan mulia ini.
Jika kita lihat
kondisi hari ini, tidak sedikit kader dakwah ketika diberi amanah mereka merasa
berat, berapa banyak kader dakwah ketika mendapat tekanan dari musuh-musuh
dakwah langsung ciut dan tidak berdaya, berapa banyak kader yang tidak mau ikut
membantu memasang baliho/spanduk/pamflet karena malas, tidak mau merekap data,
tidak mau hadir syuro, tidak datang tasqif, malas datang halaqoh, tidak siap
membina, membangkang dengan keputusan syuro, banyak cincong ini itu, banyak
alasan jika diberi tugas, dll. Masih banyak fenomena yang nampak disekitar kita
sebagai penerus risalah dakwah ini, kita menganggap diri ini lemah yang serba tidak
sanggunp. Hati-hati dengan seringnya kita menolak atau melalaikan panggilan
dakwah, karena itu adalah bentuk dari upaya syaitan untuk menjauhkan kita dari
berbuat kebaikan dan meraih derajat tinggi di sisi Allah SWT. Tugas besar kita
hari ini adalah berupaya untuk memaksimalkan pengorbanan baik dari segi harta,
jiwa, bahkan nyawa sekalipun akan kita serahkan untuk Allah SWT. Allahu Akbar!
Janganlah kita mengeluh dengan apa
yang dialami hari ini karena belum seberapa jika dibandingkan dengan orang-orang
terdahulu. Sebagaimana Allah tegaskan dalam firman-Nya “… mereka ditimpa
kemelaratan, penderitaan dan diguncang dengan berbagai cobaan…” yakinlah bahwa ujian itu selalu ada dan tetap
ada sepanjang hidup ini. besar kecilnya sebuah cobaan tergantung kadar keimanan
kepada Allah SWT. Mengeluh itu hal yang wajar namun tidak harus membuat kita
lemah dan lari dari kenyataan yang dihadapi. Bukankah kita ingin mengharapkan
surga Allah yang dibuat seluas langit dan bumi itu? Sesungguhnya surga itu
bukalah barang murah, yang bisa didapatkan dengan pengorbanan sedikit atau
dengan harga murah. Logikanya adalah barang mahal tentu harganya juga mahal,
hanya orang-orang yang banyak uanglah yang mampu membelinya. Begitu juga dengan
surga, yang hanya bisa dibeli dengan ketaqwaan kepada Allah, yang didalamnya
begitu indah dan tidak tertandingi kemegahannya dengan apapun di dunia ini .
Audisi
kisah-kisah menggetarkan pengalaman awal masuk tarbiyah “Ketika mentari
menyinariku” edisi ke 2
Alhamdulilah,
setelah sukses buku pertama “Ketika mentari menyinariku”, maka fkii as-syams
berencana melanjutkan edisi ke 2 dengan judul yang sama “Ketika mentari
menyinariku”
Syarat-syarat
naskah ini:
1. Tulisan
berbentuk kisah/cerita pengelaman sendiri/boleh juga pengalaman orang lain.
Yang penting pesannya sampai kepada pembaca,Sebagai contoh bisa dilihat di buku
fkii berkarya edisi satu atau di blog fkii
2. Panjang
naskah maksimal 8 halaman, times new roman, 12, 1,5 spasi
3.Hanya boleh
mengirimkan 1 naskah
4. Naskah yang
masuk akan diseleksi terlebih dahulu
5. Peserta
adalah Mahasiswa ataupun alumni Uin Suska Riau
6. Naskah
dikirim via email ke fkiiberkarya@gmail.com. Jangan lupa lampirkan
biodata
deskriptif penulis dalam bentuk narasi.
8. Deadline 13 Januari 2013
9. 30 naskah
terbaik akan diterbitkan dalam bentuk antologi
Nah tunggu apa
lagi Ayo sambungkan usiamu dengan sebuah buku

Dalam menyambut hari hijab internasional
Ayo ceritakan pengalamanmu saat pertama kali berhijab, serta tantangan yang kamu hadapi dengan tema " Menjadi Istimewa dengan hijab"
Ketentuan penulisan:
Font TNR, spasi 1,5 maksimal 3 halaman
Kirimkan ke fkiiberkarya@gmail.com
Deadline 30 September
Tunggu apa lagi ayo menginspirasi dan berburu prestasi
Oleh: Tegar Fie Sabilillah
Deretan legitimasi rinduku padamu, adakah sejujur mekar mawar?, lugu tanpa perlu disangsikan, atau rasa rinduku ini, hanya sesaat saja untuk berehat dari catat coret kelam.
Dalam mendefinisikan rindu aku tenggelam ditelan linglung, tercari-cari benarkah rindu ini sejujur awan berarak tanpa resah berkabut kesah.
Aku kegamangan mengartikan rindu, tapi sebentar, aku melihat masyhur menjamur ,kedai-kedai banjir orderan mendadak, tentang keterpaksaan menyurukkan aurat, di kota borak itu ditutup barang sejenak.
Masjid-masjid sekejap sesak, lembaga infak penuh membeludak, benarkah ini rindu?, tapi mengapa hanya sejenak, mendadak? Setelah itu aku mencium gelagat, fastabiqul aurat, berlomba-lomba mengumbar bejat!,

Oleh: Alfikri Fauzi
Pendidikan dalam bahasa Yunani berasal dari kata padegogik yaitu ilmu menuntun anak.
Orang Romawi melihat pendidikan sebagai educare,
yaitu mengeluarkan dan menuntun, tindakan merealisasikan potensi anak yang
dibawa waktu dilahirkan di dunia. Bangsa Jerman melihat pendidikan sebagai Erziehung yang setara denganeducare,
yakni : membangkitkan kekuatan terpendam atau mengaktifkan kekuatan atau
potensi anak. Dalam bahasa Jawa, pendidikan berarti pengolahan, mengolah, mengubah
kejiwaan, mematangkan perasaan, pikiran, kemauan dan watak, mengubah
kepribadian sang anak.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI) pendidikan berasal dari kata dasar didik
(mendidik), yaitu : memelihara dan memberi latihan (ajaran, pimpinan) mengenai
akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan pendidikan mempunyai pengertian : proses
pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha
mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, proses perbuatan,
cara mendidik. Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan
budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan
hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan
masyarakatnya.
Dari pengertian-pengertian dan
analisis yang ada maka bisa disimpulkan bahwa pendidikan adalah upaya menuntun anak sejak
lahir untuk mencapai kedewasaan jasmani dan rohani, dalam interaksi alam
beserta lingkungannya.
Dalam pendidikan terdapat dua hal penting yaitu aspek
kognitif (berpikir) dan aspek afektif (merasa). Sebagai ilustrasi, saat kita
mempelajari sesuatu maka di dalamnya tidak saja proses berpikir yang ambil
bagian tapi juga ada unsur-unsur yang berkaitan dengan perasaan seperti
semangat, suka dan lain-lain. Substansi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah membebaskan manusia dan menurut
Drikarya adalah memanusiakan manusia. Ini menunjukan bahwa para pakar pun
menilai bahwa pendidikan tidak hanya sekedar memperhatikan aspek kognitif saja
tapi cakupannya harus lebih luas.
Depertmen
syi’ar dan pelayanan kampus forum kajian islam
intensif (Fkii) Asy-syams Uin Suska Riau. Mengadakan kunjungan ke setiap
rohis-rohis Fakultas dengan tema “Merajut Ukuwah Dalam Satu Mimpi, Senen (7/5)
lalu.
Imam Faisal sebagai ketua umum Fkii Asy-Syams mengatakan “ Tujuan diadakan kunjungan ini
selain untuk mempererat ukuwah, juga sebagai sarana ta’aruf antara pengurus fkii periode 2012/2013 dengan
rohis fakultas, serta untuk mensinkronisasi program kerja yang mendasar seperti
tatsqib gabungan, mabit gabungan, agenda keputrian gabungan, dan lain-lain.
STRUKTUR PENGURUS FKII ASY-SYAMS PERIODE 2012-2013
NO
|
NAMA
|
FAK/JUR/ANG
|
AMANAH
|
|
1
|
Imam
Faisal
|
FTK/PBA/08
|
Ketua Umum
|
|
2
|
M. Yuliandri
|
FST/TI/09
|
Sekretaris Umum
|
|
3
|
Isma Khairani
|
FST/SI/08
|
Bendahara Umum
|
DEPARTEMEN
PEMBINAAN ANGGOTA (DPA)
NO
|
NAMA
|
FAK/JUR/ANG
|
AMANAH
|
|
1
|
Zakaria
|
FDIK/I.KOM/09
|
Koordinator
|
|
2
|
Razmi
|
FASIH/IH/08
|
Anggota
|
|
3
|
M. Ibnu Sidiqi Arif
Billah
|
FST/TE/08
|
Anggota
|
|
4
|
Cicilia Putri Ardila
|
FASIH/EI/08
|
Korwat
|
|
5
|
Ayu Citra Pratiwi
|
F.PSI/PSI/09
|
Anggota
|
|
6
|
Siti Samawiyah
|
FU/TH/09
|
Anggota
|
DEPARTEMEN
PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MAHASISWA (DPSDM)
NO
|
NAMA
|
FAK/JUR/ANG
|
AMANAH
|
|
1
|
Sutarno
Nurdianto
|
FEKONSOS/AK/08
|
Koordinator
|
|
2
|
Rudi
Rendra
|
FTK/PBA/09
|
Anggota
|
|
3
|
Basirin
|
F.PSI/PSI/09
|
Anggota
|
|
4
|
Suci Fitriana
|
FASIH/EI/08
|
Korwat
|
|
5
|
Restika Juhasmi
|
FTK/P.EKO/10
|
Anggota
|
|
6
|
Muliana
|
FEKONSOS/ADM/10
|
Anggota
|
DEPARTEMEN
SYI’AR & PELAYANAN KAMPUS
NO
|
NAMA
|
FAK/JUR/ANG
|
AMANAH
|
|
1
|
Saidan
|
FASIH/EI/09
|
Koordinator
|
|
2
|
Nicky
|
PSI/PSI/08
|
Anggota
|
|
3
|
Saddam Husain Elha
|
FASIH/EI/09
|
Anggota
|
|
4
|
Agtma Armi
|
FASIH/EI/08
|
Korwat
|
|
5
|
Jasmawati
|
FASIH/EI/08
|
Anggota
|
|
6
|
Junida
|
FTK/PKA/09
|
Anggota
|
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Audisi Menulis Artikel Dalam Menyambut Hari Pendidikan Nasional 2012
Dengan Tema “ Ketika Pendidikan Menjadi Kebutuhan”
Syarat dan ketentuan:
Tulisan TNR, 12, Spasi 1,5
Minimal 2 halaman
Tulisan dikirim ke fkiiberkarya@gmail.com
Lengkap dengan biodata diri
Deadline 22 Mai
Terbuka untuk Mahasiswa UIN SUSKA RIAU
Tiga tulisan terbaik akan mendapatkan sartifikat + Reward
Mari menulis bersama Fkii Berkarya
“Berbagi dalam kebaikan”
By: Departemen Syiar dan Pelayanan Kampus Fkii Asy-Syams
"Wahai orang-orang yang beriman, Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (QS AsShof:2-4)
Jumat (17/02) pukul 15.00 wib tampak sekelompok pemuda telah berkumpul di Masjid Darul Amal Buluh Cina. Mereka adalah kader FKII Asy-Syams yang akan mengikuti acara TFT PMLDK (Pelatihan Manajemen Lembaga Dakwah Kampus) Wilayah SUMBAGUT (Sumatra Bagian Utara) di UNP (Universitas Negeri Padang) di Kota Padang, Sumatra Barat. Suasana sangat terik, hanya sebagian dari mereka yang memang mempunyai aktivitas penting berniat keluar rumah untuk menyelesaikan pekerjaan ataupun rutinitasnya. Hal itu pulalah yang dilakukan sekelompok pemuda yang jiwanya masih bergelora untuk melakukan perubahan, perubahan yang lebih baik untuk dunia dan dakwah.
Semua peserta telah berkumpul. 24 orang ditambah 4 orang kader dari Bengkalis dengan komposisi 2 peserta dari STAI Bengkalis dan 2 peserta dari Politeknik Bengkalis. Tampak jam menunjukkan waktu sholat Ashar akan tiba, sebagai kader dakwah ibadah adalah hal yang utama sehingga keberangkatan ditunda hingga sholat Ashar selesai ditunaikan. Ba’da ashar sesuai dengan jadwal seluruh peserta yang berjumlah 28 orang langsung berangkat menuju kota Padang. Perjalanan cukup panjang dan melelahkan namun terasa nikmat sepanjang perjalanan diiringi oleh senandung nasyid yang mampu membakar semangat muharik dakwah.
Perjalanan terus berlangsung menuju kota Padang, pukul 01.30 dini hari. Rombongan disambut ramah dengan panitia yang tidak lain adalah kader di UNP. Malam itu rombongan memilih menginap di sebuah masjid, hal yang biasa bagi aktifis masjid. Karena masjid adalah tempat yang nyaman bagi kader dakwah. Setelah bercengkrama sedikit dan melakukan Qiyamul lail masing-masing peserta beranjak tidur untuk mempersiapkan diri buat esok hari karena hari pertama acara PMLDK Training For Trainer dimulai.
Hari pertama pembukaan berlangsung di Aula Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNP. Tampak kader dari berbagai kampus dan sekolah tinggi wilayah Sumbagut telah berkumpul di acara pembukaan. Acara pembukaan dimulai pukul 09.00, rentetan acara pembukaan formal yang seperti biasa pun berlangsung, dimulai dari pembukaan dari pembawa acara dan ditutup dengan doa beserta rangkaian kata sambutan yang salah satunya dari Koordinator BP NAS FSLDK SUMBAGUT kakanda Teuku Deby. Nuansa ukhuwah menggelayuti masing-masing peserta yang hadir yang beramah tamah, berkenalan dan saling berbagi cerita bersama. Acara pembukaan berjalan lancar tidak banyak hal yang memberatkan. Setelah pembukaan selesai dimulailah rentetan acara Training For Trainer di hari pertama. Materi pertama berjudul Manajemen Lembaga Dakwah Kampus disajikan oleh pemateri yang masih terbilang muda dan luar biasa yaitu Ardian Fajar, salah satu kader dari GAMAIS ITB yang saat ini diamanahkan sebagai ketua PMLDK TC FSLDK. Sebelum acara dimulai masing-masing utusan diabsen dengan meneriakkan takbir bagi PUSKOMDA nya disebutkan. Sungguh luar biasa ternyata kader dari Riau yang notabenenya adalah mayoritas kader FKII Asy-Syams merupakan utusan terbanyak dan terdahsyat.
Di hari pertama hanya ada dua materi. Namun isi materi cukup panjang menceritakan bagaimana pengkaderan dan pembungkusan syi`ar yang bagus serta berisi tentang Human Engginering. Materi Human Engginering ini disampaikan oleh Kang Cecep yang juga merupakan kader GAMAIS ITB dan mantan ketua PMLDK TC. Di hari pertama ini peserta disajikan dengan materi yang sangat mendukung terbentuknya suatu LDK yang baik. Acara hari pertama selesai sekitar pukul 17.00 kemudian peserta diantar panitia menuju penginapan berupa wisma yang masih berada didalam wilayah kampus UNP.
Malam hari nya adalah malam silaturahim (ta’aruf), bercengkrama dan berdiskusi dengan kader yang berasal dari luar daerah serta malam merileksasikan badan bagi peserta setelah mengikuti materi seharian. Namun tidak melupakan amalannya. Layanan yang diberikan cukup memuaskan peserta. Di sini peserta tidak perlu repot-repot mencari kebutuhan konsumsi untuk mengisi perutnya. Peserta cukup menunggu dengan tenang apabila jam makan karena panitia akan datang untuk menghantarkan makanan kepada peserta.
Hari pertama berlalu, karena bagaimana pun caranya kita menghalanginya waktu tak akan pernah bernegosiasi untuk berpindah dan terus berubah serta menggilas bagi mereka yang bergerak lamban karena tidak memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Suasana dan cuaca pada hari kedua tidak jauh berbeda dengan hari pertama, cukup cerah dan terik serta tidak jauh berbeda dengan kondisi Pekanbaru di kala siang yang panas.
Di hari kedua, saatnya simulasi bagi beberapa peserta. Berhubung waktu yang terbatas sehingga tidak memungkinkan seluruh peserta yang sebanyak 185 orang tampil ke muka. Pada sesi ini, kader dari UIN Suska yang mendapatkan kesempatan untuk mengisi simulasi hanya 3 orang dari 15 orang yang mendapat kesempatan tampil. Termasuk kuota terbanyak dari masing-masing utusan. Kader yang mendapat kesempatan tampil itu adalah Gunawan Arafat, Saidan dan Zakaria. Performance kader dari Riau cukup maksimal dan tidak kalah saing dengan kader-kader dari daerah lain. Zakaria meraih suara terbanyak pertama dari juri votelock dan masuk ke babak selanjutnya (lima besar).
Setelah babak penisihan simulasi, ada breaking berupa doorprize dari panitia bagi dua peserta ikhwan dan akhwat. Doorprize bukanlah tujuan dari peserta, karena itu hanya sebuah kejutan dari panitia. Dengan suara yang cukup bersemangat MOT acara mengumumkan bahwasannya seluruh peserta diminta berdiri dan melihat pada bangku yang didudukinya, “Adakah tali yang terikat pada bangkunya ?!!”. Sureprise dan terkejut, bagi yang di bangkunya ada tali yang terikat. Dua peserta ikhwan dipanggil menuju panggung yaitu Akhina Asep Nurjaman dan Jurio Susilo. Tak disangka keduanya dari UIN. Semula dikira akan diberi hukuman karena sorak dari peserta mengibaratkan kami akan dihukum ternyata tidak. Panitia meminta kami menceritakan kisah perjalanan dari Pekanbaru ke tempat acara. Hm.. Terakhir, peserta yang beruntung ini pun diberi sebuah buku terbitan terbaru dari Gamais Press yang berjudul Membumikan Dakwah Kampus (lumayan dapat gratis J).
Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan 5 peserta terpilih dari babak penyisihan simulasi. Satu persatu tampil, dengan performance dan gaya masing-masing peserta untuk memikat audient mengikuti materi yang disampaikan. Tidak kalah dengan penampilan trainer yang sudah memiliki jam tayang tinggi, peserta TFT ini juga mampu membawa peserta mengikuti materi yang disampaikan.
Penghujung acarapun tiba, juri mulai memutuskan dan memberi kritik serta arahan kepada masing-masing peserta. Keputusan yang sesungguhnya tak ingin diputuskan oleh Dewan Juri karena setiap peserta memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Juri memutuskan peserta terbaik dengan berat, peserta yang brilliant dan paling “PAS” menjadi trainer terbaik adalah seorang utusan dari UNP bernama Jufri (ketua UKK UNP).
Setelah diumumkan peserta terbaik TFT PMLDK maka berakhirlah acara tersebut. Diakhiri dengan bersalaman penuh ukhuwah dan sesi kenangan yaitu foto bareng yang semula direncanakan foto peserta dari Riau saja namun peserta lain tidak ingin ketinggalan sehingga ikut gabung foto bersama peserta PMLDK. Ada rasa haru dan bahagia di akhir acara, karena meskipun hanya beberapa hari namun ukhuwah telah menyatukan dan pengalaman yang diberikan cukup banyak untuk bekal dibawa pulang ke daerah masing-masing. Pukul 17.00 wib seluruh peserta check out untuk pulang ke daerah masing-masing.
Peserta dari Riau pun langsung berangkat menuju Pekanbaru. Namun karena sudah sampai di Sumbar tidak mungkin peserta pulang dengan tangan kosong. Sambil menuju perjalanan pulang singgah dulu ke Air Terjun Lembah Anai dan Bukit Tinggi untuk membeli oleh-oleh. Peserta tiba di Pekanbaru pada pukul 04.00 wib dan tanpa basa-basi langsung menuju kekontrakan, kos dan rumah masing-masing. Banyak tanggapan dari peserta setelah mengikuti TFT PMLDK tersebut. “Tidak ada kata lain selain salah satu pengalaman yang luar biasa” kata Azim kader FKII fakultas Psikologi.
Allah menyenangi muslim yang kuat daripada muslim yang lemah. Walau keduanya masih tetap ada kebaikan. Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Dakwah yang dilakukan seorang dai akan membawa manfaat bagi dirinya sebelum manfaat itu dirasakan oleh orang lain. Tanpa ada budaya yang dibangun, maka pastilah dakwah di kampus akan sulit berkembang dan semakin lamanya cita-cita dakwah kampus tercapai.
Kita merasa memiliki keluarga yang besar senasib dan seperjuangan dalam dakwah ini. Saling memikirkan antara satu dengan yang lainnya. Saling mengevaluasi. Luar biasa ternyata di luar sana. Banyak sekali saudara-saudara kita yang sama-sama memperjuangkan agama Allah ini. Sebagai kebesarannya ana ucapkan, “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!”. Sampai jumpa di Surga sana... I Love FSLDK,,J
.: Humas FKII Asy-Syams :.
















