Berbagi Dalam Kebaikan

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
Ahlan Wa Sahlan di Blog FKII

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, ...

TFT PMLDK Sumbagut

Semoga FKII Selalu Berkarya.

Memahami Sastra Islam

Buku FKII Berkarya (Saat mentari Mulai Menyinariku) buku ini berisi Kumpulan Kisah pengalaman awal tarbiyah Kader2 FKII Asy-Syams.........

Muktamar FKII Asy-Syams ke XIV

Some block quote tests: Here's a one line quote. This part isn't quoted. Here's a much longer quote: Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. In dapibus. In pretium pede. Donec molestie facilisis ante. Ut a turpis ut ipsum pellentesque tincidunt. Morbi blandit sapien in mauris. Nulla lectus lorem, varius aliquet, ...

BUKU FKII Asy-Syams

I'm just a lowly contributor. My posts must be approved by the editor.Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros. Aliquam pharetra. Nulla in tellus eget odio sagittis blandit. Maecenas at ...

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Posted by HUMAS FKII ASY-SYAMS - - 0 komentar

Begitu data/informasi sudah terkumpul, maka kamu harus segera menyusun tulisan berdasarkan bahan yang ada dan memformulasikannya menjadi sebuah proposal yang kemudian diajukan ke Masalah ini mungkin mewakili ribuan mahasiswa yang memiliki kesulitan dalam penyusunan skripsi mereka. Kesulitan yang seringkali dialami di antaranya kesulitan mencari judul untuk skripsi, kesulitan mencari literatur dan bahan bacaan, dana yang terbatas, atau takut menemui dosen pembimbing. Kesulitan-kesulitan tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan stress, rendah diri, frustrasi, kehilangan motivasi, menunda penyusunan skripsi dan bahkan ada yang memutuskan untuk tidak menyelesaikan skripsinya. Kondisi ini banyak menimpa mahasiswa di semua fakultas dan jurusan, termasuk mahasiswa fakultas Psikologi. Hal ini tentu saja sangat merugikan mahasiswa yang bersangkutan mengingat bahwa skripsi merupakan tahap paling akhir dan paling menentukan dalam mencapai gelar sarjana. Selain itu usaha dan kerja keras yang telah dilakukan bertahun-tahun sebelumnya menjadi sia-sia jika mahasiswa gagal menyelesaikan skripsi. Pertanyaan kita kemudian adalah bagaimana menyiasati hal tersebut sehingga para mahasiswa ini dapat segera mulai menulis, tidak kehilangan motivasi dan segera dapat menyelesaikan skripsi tepat pada waktunya. Dalam artikel ini penulis mencoba untuk mengemukakan beberapa cara untuk menangani permasalahan-permasalahan yang seringkali dialami mahasiswa seperti yang tersebut di atas. Berikut ini adalah beberapa saran yang mungkin berguna untuk diikuti jika Sobat Nida termasuk dalam kategori mahasiswa yang mengalami masalah dalam penyusunan skripsi:

Perencanaan yang Matang
Dalam melakukan setiap kegiatan biasakan untuk merancang suatu rencana secara matang. Dengan perencanaan yang matang diharapkan tujuan akan lebih mudah dicapai. Hersey dan Blanchard (1995) mengatakan perencanaan adalah penyusunan tujuan dan sasaran serta penyusunan peta kerja yang memperlihatkan cara pencapaian tujuan dan sasaran. Untuk memudahkan langkah pelaksanaan penulisan skripsi, maka mahasiswa dapat membuat suatu peta

Peta Kegiatan Penyusunan Skripsi 
Peta kegiatan yang dibuat harus dilaksanakan dengan disiplin, karena bila terlalu memberi toleransi pada diri sendiri maka semua yang ada di peta tersebut akan sia-sia. Sedangkan hal yang masih boleh ditoleransi adalah bila berhubungan dengan dosen pembimbing dan hal yang berhubungan dengan pengurusan surat-surat keterangan.

Motivasi Diri Sendiri
Mengapa motivasi penting? Untuk menjelaskannya kita dapat memakai teori dasar dari motivasi yang dikemukakan oleh Vroom (Dunnet, 1990) bahwa Prestasi (P) merupakan hasil dari Motivasi (M) dan Kemampuan/Ability (A) dengan model sebagai berikut P = M x A. Dengan model ini maka bila ada dua orang dengan kemampuan yang sama mengerjakan suatu tugas yang sama pula maka hasilnya bisa sangat berbeda. Misalkan Amir dan Budi sama-sama memiliki kemampuan 100, tetapi Amir memiliki motivasi 1 sedang budi memiliki motivasi 3 maka sesuai model diatas prestasi Amir hanya 100 sedangkan Budi 300. Terlihatlah sekarang betapa motivasi sangat berperan bagi prestasi seseorang. Untuk memotivasi diri tampaknya salah satu kalimat dalam suatu iklan produk yang berbunyi "Ayo kamu bisa", harus selalu menjadi pegangan kita. Berkatalah pada diri sendiri "Saya pasti bisa, karena saya mampu". Jangan anggap remeh kemampuan diri sendiri. Kita adalah manusia yang memiliki kemampuan yang luar biasa. Waktu kita sangat banyak, gunakan dengan efektif dan efisien. Dalam 1 minggu ada 7 hari, dalam 1 hari ada 24 jam. Bila kita mengganggap waktu sempit, berarti kita telah salah! Salah besar. Waktu kita dijadwalkan dengan batas waktu yang kita tentukan sendiri, jangan sampai waktu kita "terpaksa" dibatasi oleh fakultas, karena masa studi yang sudah hampir habis. Mulai hari ini cobalah memotivasi diri sejak berada di rumah. Buatlah diri kita merasa berharga dan berbahagia. Bawalah kebahagian itu kemana kita berada, baik ke kampus, ke kantor atau ke lingkungan manapun juga. Tapi bagaimana caranya? Itukah yang kamu tanyakan! Menurut DePorter dan Hernacki (2001), sebelum melakukan hampir semua aktivitas dalam hidup kita, baik secara sadar maupun tidak, kita akan bertanya pada diri sendiri tentang "Apa manfaat ini bagiku?". Pertanyaan "apa manfaatnya bagiku" tersebut terus kita tanyakan pada diri sepanjang hari untuk memilih alternatif-alternatif aktivitas yang akan dilakukan. Untuk lebih jelas dapat coba bayangkan hal berikut ini: Setiap pagi hari biasanya kita bangun tidur kemudian sembahyang subuh kemudian tidur lagi. Tetapi seharusnya akan lebih sehat bila kita bangun pagi shalat Subuh kemudian berolahraga pagi. Nah, kita harus menimbang kedua hal tersebut dengan menanyakan "apa manfaatnya bagiku?". Bila kita pilih tidur lagi, ada kemungkinan bakalan terlambat dalam perkuliahan karena bangun kesiangan. Bila memilih berolahraga pagi, badan akan terasa segar dan sehat dan kitapun dapat berangkat ke kampus tepat waktu. Dalam banyak situasi menemukan "apa manfaatnya bagiku" sama saja dengan menciptakan minat terhadap sesuatu yang akan kita kerjakan (DePorter & Hernacki, 2001). Untuk beberapa hal mungkin mudah sekali kita tertarik dan berminat melakukannya namun ada juga hal-hal yang harus dipaksa terlebih dahulu sebelum kita tertarik untuk mengerjakannya. Namun demikian, sesulit apapun sesuatu yang harus dilakukan, kita selalu dapat menemukan sesuatu hal menarik yang dapat memberikan motivasi bagi diri sendiri. Paling penting adalah bahwa kita sudah termotivasi untuk mempelajari suatu hal/informasi baru karena beberapa alasan. Hal inilah yang dapat membantu untuk menyelesaikan penulisan skripsi. Pada saat kita sudah termotivasi maka segala sesuatu akan terasa lebih ringan dan menyenangkan. Sedangkan rasa bosan dan malas dengan sendirinya akan musnah, bila kita sudah termotivasi dengan baik (istilah kerennya: motivasi menulis skripsi sudah terinternalisasi), dan kita sudah memahami apa manfaatnya menulis skripsi untuk kehidupan jangka panjang kita, maka kita akan lebih bersemangat.

Fokus pada Materi yang Disukai
Sebelum mulai menulis cobalah tanyakan pada diri sendiri: "Bidang apa dalam Psikologi (jika jurusannya Psikologi) yang sesuai dengan selera saya; Klinis, Perkembangan, Sosial, Olahraga, Pendidikan, Industri dan Organisasi atau yang lain?". Selanjutnya tentukan pilihan dan mulailah memilih topik yang sederhana dan gampang untuk mencari sumber bacaan atau informasi. Jangan menulis suatu topik yang terlalu luas, usahakan fokus pada satu permasalahan dan kita harus dapat membuat batasan secara jelas. Permasalahan yang dirumuskan haruslah logis dan terdukung oleh literatur dan bahan bacaan yang memadai. Hal ini sejalan dengan apa yang pernah dikemukakan oleh Sumadi Suryabrata, Guru besar fakultas Psikologi UGM, bahwa untuk jenjang Strata 1 (S1) bentuk penulisan jangan terlalu sulit, cukup membuktikan hubungan dua variabel atau perbedaan suatu variabel. Dengan perkataan lain, janganlah mempersulit diri dengan memilih topik yang hebat-hebat atau heboh padahal tidak yakin bahwa anda menguasai materi tersebut, dan jangan terlalu idealis bila ingin menyelesaikan skripsi dengan cepat dan tepat waktu. Namun demikian tidak berarti bahwa skripsi boleh dibuat ala kadarnya. Sebagai orang berpendidikan kita juga harus sadar bawa skripsi yang dihasilkan harus memiliki nilai akademis dan manfaat bagi siapapun yang berkepentingan terhadap skripsi tersebut. Langkah awal yang terpenting untuk diingat dalam penulisan suatu penelitian ilmiah (Skripsi) adalah kemampuan untuk membuat rumusan permasalahan, tujuan penelitian dan manfaat penelitian tersebut. Semua itu harus memiliki landasan teori yang mendasar dan didukung argumen logis dari penulis. Tanpa itu mustahil dapat disetujui oleh dosen pembimbing

Tingkatkan Kemampuan Sosialisasi 
Dalam menyusun skripsi, menulis bukanlah kemampuan satu-satunya yang harus dikuasai, karena kemampuan sosialisasi memiliki porsi yang cukup vital. Rasa takut untuk menemui dosen pembimbing adalah salah satu cerminan kemampuan sosialisasi yang buruk. Rasa takut ini harus dibuang jauh-jauh dengan memulai dari diri sendiri dengan cara paling sederhana seperi menjaga penampilan fisik dan bersopan santun. Terkadang mahasiswa tidak percaya diri karena penampilan fisik yang tidak layak bagi seorang mahasiswa seperti memakai celana jeans robek, tidak memakai sepatu, rambut gondrong dan dikucir, dan hal lain yang menjadi kebiasaaan buruk dalam penampilan sehari-hari. Bagi sebagian mahasiswa mungkin tidak akan ada masalah jika berhadapan dengan mahasiswa lain atau teman-temannya, tetapi jika berhadapan langsung dengan dosen pembimbing, seringkali mereka menjadi tidak percaya diri. Nah bagi Sobat yang merasa bahwa penampilan kurang oke, cobalah segera memperbaikinya. Bila sudah dapat memperbaiki penampilan maka rasa percaya diri akan tumbuh lebih baik. Selain itu rasa takut muncul lebih besar dikarenakan cerita-cerita dari kakak-kakak senior tentang dosen pembimbing yang killer. Untuk hal ini, sebaiknya jangan sekali-kali percaya begitu saja, buktikan terlebih dahulu, karena terkadang reaksi dosen menjadi killer adalah karena sikap mahasiswa yang kurang santun dan tidak memperhatikan situasi dan kondisi. Bila perlu cobalah anda pelajari kepribadian dosen pembimbing sehingga kita tahu persis bagaimana membina hubungan yang baik demi kelancaran proses penulisan skripsi juga.

Mulai Sekarang 
"Inilah saatnya", jangan menunggu, kamu harus mulai mencari literatur sedini mungkin. Saat ini juga baca sebanyak mungkin literatur yang kamu suka, kemudian rumuskan menjadi variabel yang siap dituliskan di skripsi. Datangi seluruh perpustakaan yang ada, toko buku dan pedagang buku bekas untuk mencari bahan-bahan yang dibutuhkan. Jelajahi juga website-website yang menyediakan informasi yang kamu butuhkan. Baca juga ensiklopedia elektronik seperti Encarta, Grolier, Britanica atau yang lainnya. Segeralah lengkapi diri dengan buku penuntun penulisan skripsi yang biasanya diterbitkan oleh fakultas, atau bagi mahasiswa fakultas Psikologi, anda dapat membaca dan mengikuti ketentuan penulisan karya ilmiah dari APA (American Psychologist Association). Langkah --> yang perlu dilakukan adalah mencatat dengan lengkap nama pengarang, tahun terbit, judul buku, penerbit serta halaman dari kutipan yang dibaca. Mengingat bahwa hal-hal tersebut sangat vital, usahakan dapat memperoleh copy dari tulisan yang anda kutip. fakultas. Jangan pernah menunda untuk menyusun proposal skripsi, sebab sekali tertunda maka akan membutuhkan waktu yang lama bagi anda untuk mulai mengerjakannya kembali. Oleh karena itu, MULAILAH SEKARANG JUGA! Selamat mencoba, semoga sukses. (Hary) Sumber www.e-psikologi.com
[ Read More ]

Posted by HUMAS FKII ASY-SYAMS - - 0 komentar











      Oleh:Cahyadi Takariawan

Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki kepahaman yang utuh. Paham akan falsafah dasar perjuangan, paham akan nilai-nilai yang diperjuangkan, paham akan cita-cita yang hendak dicapai, paham akan jalan yang harus dilalui. Kader dakwah memiliki pemahaman yang komprehensif. Paham akan tahapan-tahapan untuk merealisasikan tujuan, paham akan konsekuensi setiap tahapan, paham akan logika tantangan yang menyertai setiap tahapan, paham bahwa di setiap tahapan dakwah memiliki tingkat resiko yang berlainan. Kepahaman kader dakwah terus berkembang. Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki keikhlasan yang tinggi. Ikhlas artinya bekerja hanya untuk Allah semata, bukan untuk kesenangan diri sendiri. Sangat banyak godaan di sepanjang perjalanan dakwah, baik berupa harta, kekuasaan dan godaan syahwat terhadap pasangan jenis. Hanya keikhlasan yang akan membuat para kader bisa bersikap dengan tepat menghadapi segala bentuk godaan dan dinamika dakwah. Sangat banyak peristiwa di sepanjang perjalanan dakwah yang menggoda para kader untuk meninggalkan jalan perjuangan. Ikhlas adalah penjaga keberlanjutan dakwah. Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki amal yang berkesinambungan. Amal dalam dakwah bukanlah jenis amal yang setengah-setengah, bukan jenis amal sporadis, spontan dan tanpa perencanaan. Sejak dari perbaikan diri dan keluarga, hingga upaya perbaikan masyarakat, bangsa, negara bahkan dunia. Amal dalam dakwah memiliki tahapan yang jelas, memiliki tujuan yang pasti, memiliki orientasi yang hakiki. Kader dakwah tidak hanya beramal di satu marhalah dan meninggalkan marhalah lainnya. Kader dakwah selalu mengikuti perkembangan mihwar dalam dakwah, karena itulah amal yang harus dilalui untuk meretas peradaban. Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki etos jihad yang abadi. Jihad dalam bentuk kesungguhan, keseriusan, dan kedisiplinan dalam menggapai visi dakwah yang hakiki. Kesungguhan membela hak-hak umat, kesungguhan mendidik masyarakat, keseriusan mengusahakan kesejahteraan masyarakat, kedisiplinan membersamai dan menyelesaikan persoalan kehidupan yang semakin kompleks. Kader dakwah harus memberikan kesungguhan dalam menjalankan semua agenda dakwah, hingga menghasilkan produktivitas yang paripurna, di lahan apapun mereka bekerja. Itulah makna jihad dalam konteks perjalanan aktivitas dakwah. Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki pengorbanan yang tak terhingga nilainya. Dakwah tidak mungkin akan bisa dijalankan tanpa pengorbanan. Sejak dari pengorbanan harta, waktu, tenaga, pikiran, fasilitas, hingga pengorbanan jiwa. Rasa lelah, rasa jenuh, rasa letih selalu mendera jiwa raga, kesenangan diri telah dikorbankan demi tetap berjalannya roda dakwah. Aktivitas dijalani sejak berpagi-pagi hingga malam hari. Kadang harus bermalam hingga beberapa lamanya, kadang harus berjalan pada jarak yang tak terukur jauhnya, kadang harus memberikan kontribusi harta pada kondisi diri yang belum mapan dari segi ekonomi. Pengorbanan tanpa jeda, itulah ciri kader dakwah yang setia. Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki ketaatan kepada prinsip, keputusan organisasi, dan kepada pemimpin. Prinsip-prinsip dalam dakwah harus dilaksanakan dengan sepenuh ketaatan. Taat kepada pondasi manhaj adalah bagian penting yang akan menghantarkan dakwah pada tujuannya yang mulia. Taat kepada keputusan organisasi merupakan syarat agar kegiatan dakwah selalu terbingkai dalam sistem amal jama’i. Taat kepada pemimpin merupakan tuntutan agar pergerakan dakwah berjalan secara efektif pada upaya pencapaian tujuan. Ketaatan bukan hanya terjadi dalam hal-hal yang sesuai dengan pendapat pribadi, namun tetap taat terhadap keputusan walaupun bertentangan dengan pendapatnya sendiri. Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki keteguhan tiada henti. Kader dakwah harus selalu tegar di jalan dakwah, karena perjalanan amatlah panjang dengan berbagai gangguan dan tantangan yang menyertainya. Teramat banyak aktivis dakwah semasa, dimana mereka memiliki semangat yang menyala pada suatu ketika, namun padam seiring berjalannya usia. Ada yang tahan tatkala mendapat ujian kekurangan harta, namun menjadi gugur saat berada dalam keberlimpahan harta dunia. Ada yang tegar saat dakwah dilakukan di jalanan, namun tidak tahan saat berada di pucuk kekuasaan. Kader dakwah harus berada di puncak kemampuan untuk selalu bertahan. Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki kemurnian dan kebersihan dalam orientasi aktivitasnya. Sangat banyak faktor yang mengotori kebersihan orientasi dakwah. Ada kekotoran cara mencapai tujuan. Ada kekotoran dalam usaha mendapatkan harta. Ada kekotoran dalam langkah menggapai kemenangan. Kader dakwah harus selalu menjaga kemurnian orientasinya, tidak berpaling dari kebenaran, tidak terjebak dalam kekotoran. Karena dakwah memiliki visi yang bersih, sehingga harus dicapai dengan langkah dan usaha yang bersih pula. Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki solidaritas, persaudaraan dan kebersamaan yang tinggi. Ukhuwah adalah sebuah tuntutan dalam menjalankan agenda-agenda dakwah. Semakin besar tantangan yang dihadapi dalam perjalanan dakwah, harus semakin kuat pula ikatan ukhuwah di antara pelakunya. Kader dakwah saling mencintai satu dengan lainnya, saling mendukung, saling menguatkan, saling meringankan beban, saling membantu keperluan, saling berbagi dan saling mencukupi. Kader dakwah tidak mengobarkan dendam, iri dan benci. Kader dakwah selalu membawa cinta, dan menyuburkan dakwah dengan sentuhan cinta. Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki tingkat kepercayaan yang tak tertandingi. Berjalan pada rentang waktu yang sangat panjang, dengan tantangan yang semakin kuat menghadang, menghajatkan tingkat kepercayaan prima antara satu dengan yang lainnya. Berbagai isu, berbagai fitnah, berbagai tuduhan tak akan menggoyahkan kepercayaan kader dakwah kepada para pemimpin dan kepada sesama kader dakwah. Berbagai caci maki, berbagai lontaran benci, berbagai pelampiasan kesumat, tak akan mengkerdilkan kepercayaan kader terhadap langkah dakwah yang telah dijalaninya. 
 Jadi, benarkah kita kader dakwah ?
[ Read More ]

Posted by HUMAS FKII ASY-SYAMS - - 1 komentar

oleh:Jasmawati

Banyak yang mengatakan kalau dunia pendidikan hanya milik kaum lelaki saja.Seolah-olah kaum perempuan tidak memberikan kontribusi apapun dalam dunia pendidikan. Padahal sebenarnya perempuan lah yang berperan penting dalam meningkatkan dunia pendidikan. Contoh terdekat saja dapat kita ambil dari seorang Ibu. Proses pendidikan di awali dari lingkungan paling kecil yaitu rumah. Dari sinilah bermulanya kontribusi perempuan. Seorang ibu mengandung janinnya di dalam rahim selama 9 bulan. Setelah melahirkan ke dunia, ia menyusui selama 2 tahun serta mengasuhnya sampai mandiri. Inilah aktivitas yang di lakukan oleh seorang Ibu. Dalam keadaan ini seorang Ibu berperan penting dalam proses perkembangan seorang anak. Dengan demikiaan proses seorang Ibu sangat besar pengaruhnya dalam proses pendidikan seorang anak. Terutama pada masa pertumbuhan awalnya, dengan memberikan pendidikan yang berkualitas kepada anak. Dan inilah yang menjadi dasar proses pendidikan selanjutnya. Ini telah di buktikan oleh Asma’ binti Abu Bakar as-shidiq. Seorang Ibu yang patut di teladani. Beliau telah berhasil mendidik anaknya Abdullah bin Zubair sebagai pahlawan islam yang tangguh imannya, yang selalu menginginkan Ridho Allah dan kedua Ibu bapaknya. Dan hal yang sama juga di lakukan oleh marie curiee yang mengabdikan dirinya pada Ilmu pengetahuan, tapi tidak mengabaikan rumah tangganya. Sehingga keberhasilan yang yang di raih oleh Putrinya Eve curiee, tidak lepas dari didikan sang Ibu.
Adapun Wanita yang pertama kali layak di sebut memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan adalah Aisyah Ra yang nama nya tercatat sebagai intelektual papan atas di tahun-tahun pertama islam. Tokoh wanita yang selalu memberikan ide-ide cemerlang dalam kemajuan islam. Selain itu Aisyah juga terkenal dalam bidang piqih yang nyaris tak tertandingi kehebatanya dalam sejarah islam. Keahliannya yang ia miliki menjadikan ia sebagai salah seorang sumber rujukan pada zamannya.
Tokoh wanita lain yang memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan adalah Hellen keler, wanita yang ketika berumur satu tahun terserang penyakit yang parah dan mengakibatkan ia tidak bisa melihat dan mendengar, tapi keterbatasan yang ia miliki tidak meredupkkan semangatnya untuk terus belajar. Ia belajar di rumah dengan bimbingan guru pribadi yang di datangkan orang tuanya. Dengan semangat dan rasa optimis yang ia miliki, di usia 20 tahun ia berhasil masuk universitas. Selama di bangku kuliah Hellen aktif menulis Dan kemudian mengantarkan ia menjadi seorang peneliti dan penulis di Amerika serikat.
Sedangkan di Indonesia wanita yang telah memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan dan menjadi menjadi inspirasi bagi setiap wanita adalah r.a Kartini, sosok pahlawan yang mengharumkan nama bangsa dengan memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Yang mana pada saat itu kondisi pendidikan sangat memperhatinkan khususnya kaum wanita. Anak-anak yang berumur 12 tahun ke atas tidak di perbolehkan belajar di luar rumah. Dan kartini lah yang merubah cara pandang masyarakat pada saat itu. Selain membangun sekolah khusus wanita, Kartini juga mendirikan perpustakaan bagi anak-anak perempuan. Hingga ia meninggal di usia 25 tahun namanya tetap hidup sebagai pahlawan yang ikut memajukan pengetahuan di tanah air. Perjuangan kartini telah membuka cakrawala bagi Negara Indonesia. Yang melahirkan banyak tokoh Kartini masa kini di antaranya wanita yang mengikuti jejak Kartini adalah alm Ainun Habibi. Dia adalah dokter FK UI. Yang rela melepaskan status dokternya hanya kerena ingin mengikuti suaminya ke Jerman dan untuk mengurusi anak-anaknya. Padahal waktu itu sang suami belum menjadi apa-apa, tapi ia telah memutuskan untuk taat dan mengikuti sang suami. Selain itu ada lagi tokoh Kartini masa kini, dia adalah Yoyoh Yusroh. Anggota DPR sekaligus dewan syuro PKS. Ia telah berhasil menjadikan 13 anaknya sebagai hafizh qur’an. Ia pun memberikan pendidikan yang terbaik untuk semua anaknya, dengan menyekolahkan anaknya ke luar Negri. Beasiswa pula. Dan masih banyak lagi kartini-kartini masa kini yang memiliki peran penting dalam bidang pendidikan, baik itu kabinet, perlemen, hingga di bidang usaha.
Masih banyak lagi tokoh wanita lain yang telah memberikan kontribusi dan menorehkan berbagai perstasi besar dalam dunia pendidikan. Jadi tidak semuanya benar bahwa dunia pendidikan adalah milik kaum laki-laki.
[ Read More ]